Saat itu di Nusantara Furnishing, Baja dan sekretarisnya keluar dari ruang meeting melewati jam istirahat. Baja tidak bicara apa-apa sampai dia masuk ke ruangan. Lanjut bekerja. Ada yang tidak beres dan mesti dia bereskan. Sepersekian detik berlalu, pintu ruangan Baja diketuk. Tanpa Baja lirik, dia persilakan sosok yang di luar untuk masuk. Masuklah gerangan. Syila, sosok yang jadi sekretaris Baja dari sebelum ada hubungan pernikahan. "Pak, makan dulu." Mata Baja fokus ke dokumen dan sesekali menatap layar komputer. "Simpan saja di situ." Di meja depan sofa. Syila meletakkan makanan Baja di tempat yang dimaksud, dia lalu pamit keluar. Lanjut bekerja. Tapi tidak lama, dia pun kembali masuk ke ruangan Baja untuk memberi tahu agenda CEO Nusantara Furnishing itu selanjutnya. "Jadi

