72 | Speechless

2010 Kata

Aylin keluar dari ruangan sang papi, di dalam sana ada Om Raja. Tentu saja. Dan kini pergelangan tangan Aylin dicekal, sontak menoleh. Menatap sesosok pria yang tadi ada di dalam. Tatapan Aylin turun ke lengan, detik itu Raja melepas cekalannya sambil bilang, "Boleh minta waktu kamu sebentar?" Aylin berbalik penuh menghadap Raja. Saling tatap. "Boleh," ucap Aylin pada akhirnya. "Di balkon aja." Mau ngobrol, kan? Dan balkon tempat terdekat. Raja mengangguk. Aylin pun mengambil langkah menuju ke sana, Raja mengekor. Pikiran Aylin terbang pada hari di mana Raja ke rumah, yakni malam kemarin. Lalu sekarang minta waktu untuk bicara. Sebenarnya ada apa, ya? Pasti bukan cuma soal menanyakan ada si mbok atau tidak, kan, kemarin malam itu? Di balkon, langkah Aylin berhenti. Tepat di sisi pag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN