54 | Barter

1004 Kata

"Aylin, Mas minta maaf." Sampai salat pun menolak diimami, padahal pahalanya banyak. Apa daya, kan? Aylin sedang marah kepada suami. Alhasil, memilih salat sendiri-sendiri. Maaf, Ya Tuhan .... "Lin." Posisi tidur Aylin juga memunggungi, tetapi tadi sudah bilang karena pegal hadap sana. Harusnya malaikat tidak melaknat, kan? Konon memunggungi suami saat tidur itu dosa. Aylin kalau soal begini-begini dia tahu. "Besok aku ada kelas pagi, mau tidur cepet. Yang tadi udah inaf." Alias enough. Cukup. "Nggak usah dibahas lagi. Aku maafin." Baja menatap tengkuk Aylin, lalu mendekat. Dan lagi-lagi lingkaran lengannya ditolak. "Lagi nggak pengin disentuh." "Kamu masih marah kalau begini," gumam Baja. "Belum memaafkan." "Memaafkan itu nggak harus selalu mau nerima sentuhan, kan? Emang lagi ng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN