82 | Peringatan

1803 Kata

Hari itu masih pagi saat kaki Baja menapak di teras rumah nomor 88, sesuai alamat yang Aylin beri tahukan. Semalam sebelum tidur, Baja sempat berpatroli di ponsel istri. Aylin mempersilakan. Benar, Baja mengecek isi percakapan antara Aylin dan Reno. "Katanya, selama ini yang Rani bilang ke luar kota, aslinya Bang Reno nggak ke mana-mana. Dia tinggal di rumah itu. Bang Reno bilang sendiri ke aku, dan kurasa Rani sama sekali nggak tahu." Baja tidak terkejut lagi mendengarnya, hanya merasa ... oh, begitu rupanya. Entah karena apa dan untuk apa juga Reno berlaku demikian, yang pasti sekarang Baja tidak bisa lagi terus mengharap keakraban dengan putra Syila yang nomor satu. Sejak awal menikah, perangai Reno memang kentara tidak menyukai Baja. Hanya saja, dulu masih cukup baik. Atau karena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN