86 | Bayangkan!

1514 Kata

"Aku habis ngobrol sama papi soal Mas, Bu Syila, dan Mahareno." Seperti yang diagendakan sebelumnya, sehabis dari masjid mau deep talk. Aylin memang tidak ada niatan untuk menutupi obrolannya dengan papi dari suami. Lagi pula tidak ada faedahnya juga, kan, ditutupi? Malah akhir-akhir ini Aylin selalu ingin ngobrol banyak—apa pun dibahas—dengan Om Baja. "Gimana itu? Tiba-tiba bahas Mas sama mereka ke papi, apa ada sesuatu yang mengganggu kamu, Lin?" Posisi Baja dan Aylin sudah siap terlelap, rambut Aylin juga seperti biasa dimainkan. "Ini gara-gara yang waktu itu, pas aku ke rumah Bang Reno. Mas ingat aku pulangnya langsung ke tempat papi, kan? Itu aku sekalian minta banyak data dan informasi tentang mereka, termasuk tentang Mas." Baja menyimak, mencerna kalimat Aylin. "Bisa dibil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN