Entah ini helaan napas yang keberapa, Aylin menatap bu dosen yang sejak tadi mencecar tugasnya. Kini pamit, mata kuliah Bu Ovi pun berganti. Sontak kelas kembali ribut. "Baru tahu Bu Ovi yang terkenal dosen paling asyik juga bisa killer pol macam tadi." Putri, teman di sebelah bangku Aylin bergidik ngeri. "Lin, aman?" Ini Raka. Aylin menghela napas. "Keliatannya gimana, Rak?" "Aman. Masih hidup. Haha!" Dasar. "Bener-bener nyecer kamu banget tadi, Lin. Kayaknya ini hari sial kamu, deh. Pulang nanti jangan lupa mandi kembang tujuh rupa, ok?" seloroh Lilis. Bahkan teman-teman sekelas hampir semuanya mengerubungi Aylin. "Anak bos furnitur juga nggak berkutik, ya, kalau di hadapan dosen?" "Menurut ente?!" sambar Aylin, teruntuk Raka. Lelaki itu kembali tertawa. Aylin kesal. Tadi dir

