Ketenangan di benteng Jakarta hancur pada dini hari. Itu bukan alarm keamanan atau berita pasar yang buruk, tetapi suara yang paling intim: desahan lembut Zumena yang berubah menjadi erangan teredam. Jafran, yang selalu tidur dengan indra yang waspada, segera terbangun. Ia tidak perlu bertanya; sentuhan tangannya di punggung Zumena memberi tahu segalanya. Ketegangan itu telah tiba. Seluruh lingkungan rumah disiapkan untuk momen ini. Jafran tidak memilih rumah sakit, tetapi sebuah sayap pribadi di dalam kompleks rumah mereka—sebuah klinik bersalin ultra-mewah yang dilengkapi dengan peralatan canggih, tim dokter terbaik di dunia yang siaga, dan sistem isolasi total dari dunia luar. Jafran telah mengendalikan setiap variabel: suhu, kelembapan, musik yang menenangkan, hingga jenis linen yan

