Momen Tiga Hati.

1199 Kata

​Pagi di Riviera terasa lembut dan damai, hanya dihiasi suara ombak yang memecah di bawah tebing Villa Fiore. Zumena terbangun lebih dulu. Ia berbaring menyamping, merasakan kehangatan punggung Jafran yang memeluknya erat dari belakang. Tangan Jafran, yang biasanya memegang kendali atas triliunan aset, kini diletakkan protektif di atas perutnya yang membesar. ​Zumena membiarkan dirinya menikmati momen yang langka ini—suaminya yang tidak sadar, sepenuhnya damai, terlepas dari dunia bisnis yang menuntutnya. Ia memejamkan mata, memikirkan betapa jauhnya ia telah datang. Dari seorang wanita yang hidup dalam ketakutan dan kontrol orang lain, kini ia adalah seorang ratu, seorang ibu, dan partner sejati dari pria yang paling ditakuti dan dihormati di dunia. Semua ini adalah perayaan kebebasan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN