Hadiah yang Menyegel Janji.

1489 Kata

​Dua hari setelah kembali dari Bali, Zumena mendapati rumah Puncak terasa berbeda. Ada aura misterius yang menyelimuti Jafran, tatapannya dipenuhi kilau antisipasi yang membuat Zumena terus bertanya-tanya. Jafran, sang Maestro Kontrol, sangat pandai menjaga rahasia, terutama yang melibatkan kejutan untuk Zumena. ​Pagi itu, Jafran menjemput Zumena di kantor Yayasan. Zumena baru saja menyelesaikan rapat penting mengenai alokasi dana beasiswa. Jafran tidak mengizinkan Zumena terbang dengan helikopter; ia bersikeras mereka harus berkendara dengan mobil limo hitamnya, yang berarti perjalanan yang lebih lama di tengah lalu lintas Jakarta. ​"Kenapa kita naik mobil, Jafran?" Zumena bertanya, tangannya membelai tangan Jafran. "Jalanan padat sekali. Kita bisa berada di Puncak sekarang." ​"Kesempu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN