(++) Malam Dingin dan Hangat di Puncak.

1153 Kata

​Udara di Puncak malam itu terasa dingin dan menusuk, sebuah kontras yang sempurna dengan kehangatan yang menyelimuti rumah Jafran dan Zumena. Setelah seharian yang panjang di Jakarta, Zumena merasa lelah tetapi bahagia. Yayasan Abimana-Sanders telah diluncurkan, dan kembalinya ke pekerjaan terasa seperti mengisi ulang baterai jiwanya. Namun, lelahnya trimester pertama tak bisa diabaikan. ​Jafran memastikan perapian di kamar tidur utama telah menyala sebelum mereka tiba, mengisi ruangan dengan aroma kayu bakar yang menenangkan dan cahaya jingga yang lembut. Ia mengangkat Zumena, membawanya melintasi ambang pintu, sebuah ritual kehangatan yang Jafran lakukan setiap malam. ​"Kamu terlihat seperti pahlawan yang lelah, Sayang," Jafran berbisik, mencium lembut dahi Zumena. "Istirahat. Hari in

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN