Enam bulan telah berlalu sejak badai emosional dan kemenangan pasar terbaru mereka. Waktu berlalu dengan kecepatan yang aneh di benteng Abimana: jam-jam diisi dengan tawa anak pertama yang kini mulai merangkak cepat, rapat dewan yang singkat namun padat, dan jam suci keluarga yang dijaga ketat oleh Jafran. Perut Zumena kini sudah membesar, kehamilan kedua mereka menjadi pengingat harian akan cinta yang tenang dan terencana. Setelah insiden 'lapisan dinding' yang hampir meruntuhkan ketenangan mereka, Jafran telah benar-benar berubah, membuktikan bahwa seorang Maestro bisa menjadi suami yang utuh dan hadir, yang tahu kapan harus mengganti laporan keuangan dengan pelukan. Di tengah semua persiapan keluarga ini, satu proyek besar yang telah lama ditangguhkan akhirnya mencapai puncaknya: penye

