Ruang kerja Jafran di penthouse mereka terasa seperti kapsul waktu, terisolasi dari dunia di bawah. Zumena masih duduk di tepi meja kerja marmer, sementara Jafran berdiri di antara kedua kakinya, menatapnya dengan intensitas yang tidak hanya membara karena gairah, tetapi juga bercampur dengan rasa takjub dan proteksi. d******i Jafran kini terasa seperti selimut pelindung, setiap sentuhannya adalah janji bahwa tidak ada lagi bahaya yang bisa menyentuh Zumena atau kehidupan baru yang dikandungnya. Zumena menjulurkan tangan, meraih wajah Jafran, dan menariknya untuk ciuman yang dalam. Ciuman mereka adalah pembacaan ulang sumpah mereka. Lidah mereka menjelajah, perlahan pada awalnya, kemudian dengan tuntutan yang mendalam, mencicipi kepastian dan kebebasan yang telah mereka raih. Itu bukan

