Ara Ngambek.

1108 Kata

Sarah mengepalkan tangannya, dia tahu jika Hugo sedang mengancamnya. Tapi dia tak mau langsung terpengaruh begitu saja. “Ngomong apa kamu? Mau mengancam Ibu? Kok sikap kamu kayak gini, sih, Hugo? Ibu kira kamu itu sudah jadi suami yang baik untuk Ara, kenakalan kamu barusan itu bisa diterima dan dimaafkan asal kamu juga sadar dan berubah,” tukas Sarah tersenyum sinis seraya menggeleng. Hugo mengerutkan kening karenanya, dia mengira jika Sarah akan mudah digertak. “Fokus, Hugo. Ibu cuma ingin kamu sadar dan ini hanya sikap wajar seorang ibu yang takut anaknya disia-siakan!” kata Sarah lagi. Hugo berdecih, merasa jika ucapan Sarah tak sepenuhnya tulus. Sepertinya dia tidak akan berhasil mengalahkan ego ibu mertuanya itu untuk sekarang, akan lebih merepotkan jika nanti Sarah makin mendesa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN