“Kamu tunggu di sini, Mas, biar aku buatkan makanan dulu buat kamu, ya!” kata Zalikha tersenyum manis. Daylon pun mengiyakan. “Iya, Sayang, makasih. Padahal kamu bisa suruh pelayan untuk itu!” katanya. “Ya, nggak gitu juga, Mas. Sudah tugas aku sebagai istri untuk melayani kamu sebagai suami aku “kan!” ucap Zalikha. Hugo mendengus pelan, merasa dongkol sendiri. Keberadaannya di sini seolah tidak terlihat dan membuatnya merasa konyol, menyaksikan kemesraan pamannya dan mantan kekasihnya itu di depan mata. Zalikha yang memang baru menyadari jika Hugo ada di situ, tergagap dan tersenyum canggung jadinya. Buru-buru dia pergi dari situ dengan wajah merah padam karena malu. Daylon terkekeh, sebenarnya dia sudah melihat jika Hugo ada di situ sejak dari tadi. Haya saja rupanya Zalikha yang

