Bisnis Haram.

1088 Kata

Ara sudah habis kesabaran buat menghadapi Sarah. Tadinya dia pikir jika ibunya itu bisa berubah hanya saja karena terlalu seringnya bersandiwara dia sampai bingung dengan sikap ibunya sendiri. Maka begitu Sarah keluar dari kamar, Ara pun langsung juga mengemasi pakaiannya dan menyeret kopernya keluar, bermaksud untuk pergi meninggalkan rumah. Para pelayan yang melihatnya pun hanya bisa terdiam karena mereka tahu pertengkaran Sarah dan Ara barusan. “Jangan pergi, Non, nanti Tuan Aksa pasti akan membela Non!” kata kepala pelayan. Ara menggeleng, menepis tangan kepala pelayan itu dan terus berjalan keluar dari rumah sambil menggeret kopernya. Ara lalu menghentikan taksi di depan gerbang rumahnya dan memintanya untuk membawanya pergi dari situ. “Mau ke mana, Non?” tanya sopir itu. Sejen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN