Sisa perjalanan mereka dihiasi dengan kesunyian, keluarga Abimana akhirnya tiba di hotel sekitar pukul setengah 7. Sarah segera mengajak kedua wanita muda itu bersamanya, memasuki hotel dan menuju ruang ganti wanita, dimana di sana sudah ada tim perias yang bersiap. “Kamu ke sana sendiri!” ujar Sarah sambil mendorong bahu Zalikha untuk masuk ke ruang khusus pengantin, dia sendiri dan Ara dirias di kamar lain. Zalikha temangu sebentar. “Andai sikap Ibu Sarah kayak gini seterusnya!” ucapnya tersenyum sendu, melihat ibu dan adik sambungnya masuk ke kamar sebelah. “Nona, mari silakan duduk. Kami harus segera menyiapkan Anda!” kata salah satu wanita cantik, tim MUA Profesional yang didatangkan Alfredo untuk merias calon menantu kesayangannya itu. Zalikha tersenyum, sejenak mengangguk member

