“Kalau memang masih sakit, panggil saja dokter kemari. Nggak usah maksain bangun!” tukas Aksa. Sarah mengangguk dengan senyum lebar di wajahnya. “Iya, Mas. Kamu juga hati-hati di jalan, Mas!” balasnya. Aksa mengangguk sambil menenteng tas kerjanya kemudian keluar dari kamar. Begitu pintu tertutup, Sarah pun memekik kegirangan sambil melompat-lompat di kasur. Diciumnya kertas cek itu dengan penuh kebahagiaan. “Walaupun cek, tapi tak apalah. Setidaknya aku bisa berbelanja sepuasnya dan mengirim uang pada Jerry lagi supaya dia tenang!” katanya. Sambil bernyanyi riang Sarah pun bergegas untuk mandi, tak sabar untuk segera mencairkan cek di tangannya. Dia meletakkan kertas cek itu di atas meja riasnya begitu saja. Ketika dia sedang mandi, Ara masuk ke kamar ibunya itu, dia bermaksud untuk

