Terjatuh

1113 Kata

Zalikha dan Ara berbicara berdua di ruang tengah sambil menonton televisi, sementara kedua suami mereka malah melengos pergi masing-masing. “Aku kehabisan permen jahenya, Mbak. Besok aku mau beli lagi,” kata Ara sambil memberikan beberapa butir permen itu pada Zalikha. Zalikha sejenak mencobanya, sejurus kemudian dia pun tersenyum tanda jika menyukai permen kunyah berbalut gula pasir itu. “Hangat, nggak terlalu pedas juga, ya!” katanya. Ara tersenyum dan mengangguk. “Tapi jangan banyak-banyak juga, sih. Itu kan pake gula pasir, takutnya nanti malah diabetes!” kekehnya. Zalikha mengangguk membenarkan. “Memangnya ada yang nggak pake gula pasir?” tanyanya sambil melihat beberapa butir permen itu di tangannya. “Yang lain ada banyak macamnya, kok. Mbak bisa pilih mau yang kayak gimana na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN