Daylon dan Zalikha akhirnya tiba di festival itu, keduanya turun dari taksi. Zalikha bingung karena dia tak melihat Daylon membayar ongkos taksi, dan langsung mengajaknya pergi dari sana. “Mas, tapi itu–” “Itu kedai es krimnya!” tunjuk Daylon ke salah satu tenda pink di jajaran stand makanan yang ada. Zalikha pun seketika teralihkan, perempuan itu tersenyum riang begitu melihat gambar es krim besar di depan tenda itu. “Kita ke sana!” serunya riang. Daylon tertawa gemas melihatnya, dia menurut saja ditarik Zalikha ke sana. “Tapi …." Zalikha terhenti ketika hendak memesan es krim. “Kenapa?” ujar Daylon heran. “Kita nggak bawa uang, ih!” kata Zalikha dengan wajah merah padam, bersembunyi di balik tubuh Daylon. Daylon tertawa geli dalam hati karenanya. Dia lalu memberi isyarat para p

