54. Calista di Bengkel Bima

2160 Kata

Calista belum siap dengan reaksi keluarganya jika mengetahui kenyataan itu. Bayangan kekecewaan, bahkan kemurkaan, di mata ibunya terlalu menyakitkan untuk dibayangkan. Dia menjadi orang ketiga dalam pernikahan Bima dan Rita. Apalagi Rita adalah pegawainya sendiri. Ibunya pasti akan murka, karena dia tahu ibunya sangat membenci perselingkuhan dan memilih berpisah dengan ayahnya dulu. Cahaya lampu kota yang berkilauan menerobos kaca jendela mobil, melukis garis-garis cahaya yang bergerak di wajah Calista yang sedang termenung. Mereka meluncur dalam keheningan yang nyaman sekaligus tegang. Bima sesekali melirik ke arah Calista yang terdiam, tetapi dia menahan diri untuk tidak memancing percakapan. Dia menghormati ruang pikirannya. Tiba-tiba, Calista menoleh. Matanya, yang semula reflekti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN