118.

1571 Kata

"Aku akan jemput anak-anak. Kamu bersiap-siap dulu saja di sini," ucap Bima sambil menarik kausnya dari atas tubuhnya yang masih hangat. Suaranya berusaha terdengar ringan. Calista hanya duduk di tepi ranjang, menatapnya diam-diam. Matanya menyimpan keraguan yang dalam, dan Bima bisa membaca itu dengan jelas dari cara bibirnya mengerut dan tangannya saling menggenggam di pangkuan. "Kakek ingin bertemu mereka, Cal," tambah Bima, suaranya lebih lembut, mencoba menembus dinding kekhawatiran itu. Alis Calista bertaut. "Kakek bilang begitu? Kapan?" tanyanya, seperti mencari kepastian. "Ya. Dia menyuruh kita membawa mereka ke sana." Calista menarik napas perlahan, memandangi jendela kamar yang kecil. "Kalau begitu ... bagaimana kalau kita bertemu langsung di rumah Kakek saja?" "Baik. Aku a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN