Sore sepulang kerja, Indri mampir ke rumah kakak iparnya, Rita, berharap jika Abangnya sudah ada di rumah. Namun, yang dia temui hanya Rita dan dua keponakannya yang tengah menyaksikan acara televisi. "Memang gak ada di bengkel dia?" tanya Rita saat tahu niat kedatangan Indri ke rumahnya. "Enggak ada. Kata Om Juned, kemarin sore tangan Abang sobek dan udah dapat jaitan di klinik." "Parah lukanya?" tanya Rita ada nada cemas dalam suaranya. "Enggak tau, Mbak. Tapi kata Om Juned Abang dapat lima jahitan. Rita menggelengkan kepalanya. Luka-luka itu sudah tidak begitu aneh bagi Rita setelah menemani Bima selama sembilan tahun, namun tetap saja mendengarnya membuat dirinya khawatir. "Di tempat Calista, mungkin," katanya kembali bersuara. Indri menatap Rita dengan sorot tak terbaca. "Kak

