178. Kencan

1567 Kata

Jumat sore, mall mulai ramai oleh pengunjung yang ingin melepas penat setelah seminggu penuh bekerja. Indri berjalan cepat melewati gerai-gerai, matanya menyapu deretan pakaian di etalase. Dia baru saja sampai di lantai dua ketika seseorang memanggilnya. "Indri!" Indri menoleh. Nisa melambai dari arah eskalator, tas ransel masih tersampir di bahu, seragam pabriknya belum sempat diganti. Mereka bertemu di tengah keramaian, lalu berjalan berdampingan menuju salah satu butik. "Lo mau beli apa coba?" Nisa menyenggol lengan Indri, matanya menyipit curiga. "Kan belum gajian ini. Masih tanggal muda." Indri mengambil sebuah dress warna pastel dari gantungan, menempelkannya di depan tubuh. "Dia ngajak kencan." Nisa mengerjap. Lalu senyum lebar merekah. "Si Om itu?" Indri mengangguk, matanya m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN