70. Tanggung Jawab

1377 Kata

Citra berdiri di ruang tengah, pandangannya menembus langit-langit seolah bisa menilik kamar di lantai atas. Sejak dua hari lalu, sejak Calista kembali membawa kesedihan di rumah ini, dia sengaja menghindari pertemuan. Dadanya masih sesak oleh bayangan putrinya sendiri yang ternyata bersembunyi di balik pernikahan yang penuh dengan pengkhianatan. Nafasnya berat, seperti mengembuskan kekecewaan yang tiada habisnya. "Jangan biarkan dia keluar rumah, Pa," ucapnya tanpa menoleh, suaranya datar namun terasa seperti perintah baja. "Dia harus bekerja. Bagaimana dengan butiknya?" tanya Ardha dari kursi malasnya, mencoba menyisipkan nalar. "Aku akan minta Vivi yang mengatur semuanya. Untuk sementara, dia harus tetap di sini." "Citra—" Ardha mencoba menyela. "Pa," potong Citra, akhirnya menatap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN