160. Kesepakatan Baru

1505 Kata

Pagi menjelang siang itu, matahari mulai terik, tapi jalanan di depan rumah Rita tetap lengang. Tidak seperti kemarin, ketika dipenuhi orang-orang dan kendaraan polisi yang parkir sembarangan. Kini hanya tersisa sunyi yang seperti biasanya. Sebuah sedan hitam mengkilap berhenti tepat di depan pagar. Mesinnya mati, meninggalkan keheningan yang hampir terasa fisik. Seorang pria berjas rapi turun, meluruskan dasinya sebentar sebelum melangkah ke teras. Langkahnya pasti, tidak tergesa. Dia mengetuk pintu tiga kali. Tok. Tok. Tok. Irama yang sopan, tapi tegas. Hanya dalam dua menit, pintu terbuka. Irma muncul dengan senyum ramah yang sedikit dipaksakan, senyum seorang ibu yang lelah tapi tetap berusaha menjaga tata krama. "Selamat pagi, Bu." Pria itu membungkuk sedikit. "Pagi, Pak." Irma m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN