91. Tatapan Mereka

1529 Kata

Juned duduk di seberang meja kayunya, matanya tak lepas mengamati Bima yang asyik dengan ponselnya. Jari-jari Bima menari cepat di layar, membalas pesan klien soal mobil yang mau dikonsultasikan. Setiap detik yang berlalu membuat Juned semakin tidak sabar. Pertanyaan-pertanyaan itu menggelitik di ujung lidahnya sejak tadi malam, ketika Bima pulang dengan wajah tertutup dan memilih langsung istirahat, hanya menyapa Citra sekilas. Pagi ini, Juned bertekad mendapatkan kejelasan. "Bim." Akhirnya panggilannya meledak, memotong kesunyian bengkel yang baru saja hidup. Bima mengangkat kepala. Matanya yang biasanya tajam terlihat datar, seolah tak ada badai yang baru saja melandanya. "Apa, Bang?" tanyanya, polos. "Lu beneran mau iyain permintaan cerai Rita?" Suara Juned terdengar kasar oleh kece

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN