Rita memasuki rumah mertuanya, satu tangannya membawa beberapa kantong belanjaan. Suasana di dalam terasa sederhana dan akrab. Ayah mertuanya duduk di kursi goyang dekat jendela, tertawa ringan memperhatikan Juno dan Sisi yang asyik bermain balok kayu di lantai. "Kok, tidak bersama Bima, Ta?" tanya Dina dari kursinya di sudut ruang tamu, matanya menyapu ruangan seperti mencari kehadiran putranya. Rita meletakkan kantong-kantong itu di atas meja kayu yang sudah dimakan usia. "Mas Bima sedang sibuk di bengkel, Bu." "Oh, banyak pesanan?" Dina bertanya lagi, suaranya berisi perhatian yang tulus. "Iya, Bu." Rita menanggapi singkat sebelum menambahkan, "Ayah bagaimana? Sudah membaik?" Dina menghela napas kecil. "Luka-lukanya sudah mulai mengering. Hanya jalan masih harus dibiasakan perlahan

