204. Ekstra Part

1613 Kata

Sore itu, rumah terasa hangat oleh cahaya matahari yang mulai meredup. Bima baru saja melepas sepatu kerja di teras, tubuhnya masih terasa berat oleh hiruk-pikuk bengkel yang semakin padat pelanggan. Belum sempat menarik napas lega, suara riang sudah menyambutnya dari dalam. "Ayah! Ayah!" Sisi berlari kecil, sandal jepitnya berdecit di lantai. Wajahnya bersinar, matanya berbinar seperti menemukan harta karun. "Sena sudah bisa berguling-guling di kasur, lho!" Bima berjongkok, membiarkan Sisi memeluknya sekilas sebelum berlari lagi ke ruang keluarga. "Wah! Iyakah?" Bima mengikuti dengan langkah panjang, ikut antusias meski tubuhnya lelah. Di ruang keluarga, kasur lipat biru terbentang di tengah karpet. Arsena berbaring telentang, kedua tangan mungilnya bergerak-gerak di udara seperti seda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN