34. Sebuah Tanda

1237 Kata

Calista menggantung terbalik di hamparan kain sutra, tubuhnya membentuk lengkung yang tegang dalam kelas yoga anti-gravitasi. Napasnya tak lagi teratur, pikirannya melayang jauh dari instruktur. Tiba-tiba, dia melonggarkan cengkeramannya dan turun dengan gerakan kasar, kaki mendarat di matras dengan suara gedebuk. Zoya yang berada di sampingnya segera mengikuti. "Ly, kenapa? Masih belum bisa fokus?" tanyanya sambil meraih handuk, menyeka peluh di leher. Calista tak menjawab. Dia mengambil tumblernya, meneguk air, lalu menatap pantulan dirinya di cermin studio. Wajahnya tampak suram di balik wajah yang biasanya terkendali. "Masih belum kelar masalahnya?" tanya Zoya lagi mengambil duduk di sebelah Calista. "Sudah, kok. Hari ini jadwal kami lagi,"gumam Calista, menghindari tatapan Zoya d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN