97. Aku Ingin Kamu

1319 Kata

Sore itu, Citra berdiri di dapur rumah Juned, jari-jarinya lihai mengupas kulit wortel di atas talenan kayu. Aroma bawang dan kaldu ayam mulai memenuhi udara. Di sebelahnya, Nara sibuk mengaduk-aduk isi panci, sesekali melirik dengan senyum kecil. "Biar aku saja, Tan," ujar Nara, suaranya lembut namun bersemangat. "Tante duduk aja dulu. Papa kayaknya bentar lagi pulang." Citra tersenyum hangat, tak berhenti mengupas. "Gak apa-apa, biar tante bantu. Jadi lebih cepat selesai." Nara mengangguk, matanya berbinar senang. "Terserah Tante aja deh." Sejak dua bulan lalu, ketika Juned memberanikan diri memperkenalkan Citra pada anak-anaknya, Nara, putri sulungnya ternyata menyambut dengan sikap terbuka. Malah, tak jarang dia seperti sekarang ini, mengajak Citra terlibat dalam kegiatan rumah tan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN