76. Teman Bertukar Pikiran

1540 Kata

Ivan berdiri di ambang pintu ruang baca, badannya tegang bagai kawat baja. "Lily nikahi suami orang?" tanyanya, suaranya rendah namun menusuk seperti pisau. Citra, yang duduk tegak di kursi beludru, tidak mengangkat pandangan dari bukunya. Hanya anggukan singkat dan datar yang dia berikan, jari-jarinya membeku di atas halaman yang tak lagi dibacanya. "Mama diam saja?" goda Ivan, melangkah masuk. Suaranya mengandung cubitan tajam. Citra menutup buku itu dengan suara yang keras. Perlahan, dia melepas kacamata bacanya, meletakkannya di atas sampul buku dengan gerakan yang terlalu hati-hati. "Sudah kutampar dia, kumaki-maki, kuseret dia pulang. Tak ada yang membuatnya jera." Napasnya keluar berat. "Dan sekarang dia hamil. Jadi, menurutmu, apa lagi yang harus Mama lakukan?" Matanya akhirnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN