169. Berbesar Hati

1448 Kata

Pagi itu, Rita sudah berdiri di pos penjaga rumah kediaman Ardha Tedjakusuma sejak pukul setengah sembilan. Dia sengaja datang setelah sarapan, tidak ingin mengganggu jam pagi penghuni rumah. Tangannya menggenggam tas selempang erat-erat, jari-jarinya terasa dingin meski matahari sudah naik. Dari tempatnya berdiri, dia bisa melihat Danu yang baru saja keluar dari rumah dan berjalan menuju ke arahnya. Pria itu mengenakan kemeja putih rapi dan tersenyum tipis. "Silakan masuk, Mbak Rita." Rita mengangguk, melangkah mengikuti Danu menyusuri taman yang rapi, lalu masuk ke dalam rumah. Kakinya kembali menapak di lantai marmer mewah itu, dingin, licin, memantulkan bayangannya sendiri. Dia merasa kecil di sini. Danu menuntunnya hingga ke pintu ruang kerja Ardha. "Pak Ardha sudah menunggu." Rit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN