Sore itu, angin pantai berhembus lumayan kencang. Pantai juga semakin ramai oleh pengunjung yang ingin menikmati sunset. “Ehm! Mas, kenapa kamu diem aja? Kamu gak merasa nyaman bareng aku?” Sebuah suara sendu yang nyaris tak terdengar karena deburan ombak di pantai sore itu. Mentari mulai beranjak menuju peraduan, orang-orang terlihat bersemangat menikmati cahaya sang surya yang hangat menyapa, tapi sayangnya tidak dengan pria yang terbaring di atas kursi santai pantai dengan kacamata melekat di wajahnya menambah ketampanan yang dia miliki. ”Kamu sadar gak, Ta, kalau kepura-puraan itu gak bisa bertahan lama. Kita sudah tidak di lokasi pesta, dan kita tidak sedang memerankan lakon sebagai sepasang kekasih. Jadi, ayolah…bersikap biasa aja. Aku gak mau kamu terluka karena aku, Ta…sebuah jaw
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


