Mendengar nama yang sangat akrab dengannya membuat Bastian segera menoleh ke arah team legal yang baru dia panggil masuk ke ruangan. Tak hanya Shania, mata bastian juga membesar sejenak, sebelum dia akhirnya mampu menguasai diri. ”Silahkan duduk.” Ucapnya tenang. Matanya melirik ke arah tangan Shania yang bergetar, meskipun Shania segera menutup dengan satu tangannya lagi. ”Terimakasih, Tuan.” Sahut pria yang bersama Shania, sedangkan Shania terdiam dan menekuri lantai. ”Saya sebenarnya ingin mendiskusikan beberapa masalah hukum. Karena management akan melakukan perombakan besar-besaran. Jadi, saya mau team legal perusahaan membantu saya untuk mengantisipasi akan adanya permasalahan yang mungkin timbul dari perombakan yang akan saya lakukan. Saya mau setelah ini, team lega berkoordinas

