Masalah Baru-2

600 Kata

Nafsu serakah mereka masih membara, mengintai sisa-sisa terakhir yang dimilikinya, siap menerkam begitu ada celah. Ruangan yang tadi terasa hangat dan aman bersama sahabatnya, kini seolah menyempit, ditebari bayangan lama yang tak pernah benar-benar pergi. *** Audrey menyenggol sisi kaki Aidan dengan ujung jari kakinya, sentuhan singkat namun penuh maksud. Aidan mengangkat pandangan dari ponselnya, bertemu dengan sorot mata kakaknya yang menyiratkan sesuatu. "Apa?" gumam Aidan, suaranya hampir tak terdengar, hanya gerakan bibir yang bisa terbaca. Audrey melirik tajam ke arah sofa panjang, tempat ayah mereka duduk. Damian sedang terpusat pada tablet di tangannya, sementara di sampingnya, Suri bersandar pada tubuhnya, matanya yang lebar menatap kartun yang berwarna-warni di layar. "Dad.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN