"s**u!" seru Suri kecil, langsung menerima gelasnya dan mulai meneguk dengan lahap. Damian, yang sedang meletakkan sepedanya, menatap Abby. Tatapannya tidak lagi seperti es, tetapi lebih dalam, lebih teduh, seolah memancarkan kehangatan pagi yang baru saja mereka lewati. "Anda harus memeriksa pesan," bisik Abby dengan suara sangat pelan, hampir hanya gerakan bibir, saat dia lewat di dekat Damian. Jarak mereka cukup dekat untuk berbisik, tapi cukup jauh agar Aidan dan Suri yang asyik dengan camilan mereka tidak mendengar. "Pesan?" Damian mengerutkan kening, suaranya terdengar biasa saja, namun cukup keras untuk membuat Aidan mengangkat kepala. Abby segera melotot padanya, matanya melebar dalam panik yang tak terucap. Diam! seolah terpancar dari sorot matanya. Dia cepat-cepat mengambil

