Damian mengerutkan kening. Ia membaca lebih dari sekadar kekhawatiran pada sorot mata putrinya. Ada sesuatu yang lebih tajam, lebih pribadi. "Ada apa sebenarnya, Audrey? Apakah Abby melakukan kesalahan lain padamu?" Audrey menunduk, menghindari tatapan ayahnya. Jari-jemarinya bermain-main dengan rumbai bantal sofa. "Sayang, bicaralah. Kamu tadi sudah cek adikmu?" "Iya. Dia tidur setelah mandi air hangat. Abby ada di sana," jawabnya singkat, hampir bersungut-sungut. "Lalu, apa masalah sebenarnya?" desak Damian, suaranya lebih rendah, lebih dalam. "Dia ...." Audrey menarik napas. "Suatu pagi aku lihat dia berkeliaran di rumah cuma pakai piyama tidur yang … yang norak. Aku heran, bagaimana dia punya baju seperti itu?" "Itu urusan pribadinya, Audrey. Apa yang salah?" "Dad, kamu nggak ng

