Tak Sengaja Sebut Nama-2

662 Kata

Abby, yang masih terbaring dengan mata terbuka lebar, memandanginya dengan rasa takjub yang tak tersembunyi. Pria ini, dengan segala kekuatan dan kelemahan yang baru saja dipamerkannya, adalah sebuah paradigma yang terus mengacaukan pikirannya. Setelah beberapa saat, Damian bergerak menyamping. Satu lengannya menopang kepala, matanya yang kini jernih menatap Abby yang masih kaku di sebelahnya. "Bagaimana pertemuannya tadi?" tanyanya, suaranya sudah kembali seperti biasa, namun ada perhatian tulus di dalamnya. Abby mengerutkan kening. Dia tak menyangka pertanyaan itu akan muncul sekarang, di antara bau mereka berdua dan kehangatan yang masih tersisa. "Kenapa kamu peduli?" balasnya, berusaha terdengar tak acuh. "Kenapa tidak?" Damian mengangkat bahu. "Hanya ingin mengobrol. Membicarakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN