Kegep, Lagi-2

622 Kata

Abby menatap lurus ke depan, ke dinding kosong. "Sebenarnya aku berpikir ...." Ia menjeda, mencari kata. "Mungkin aku bisa pastikan dia merasa aman dulu. Nyaman dengan dunia luar. Tanpa takut di-bully." Napasnya panjang. "Setelah itu, kalau dia sudah terbiasa ... aku bisa pergi." Damian bergerak. Ia duduk lebih dekat, pinggul mereka hanya terpaut beberapa inci. Tangannya meraih tangan Abby, menggenggamnya pelan. "Kamu tahu," bisiknya, "sampai kapan pun dia akan tetap butuh kamu." Abby menoleh. Matanya bertemu dengan mata Damian, dalam, gelap, sulit dibaca. "Ada ayahnya." Suaranya bergetar sedikit. "Ada kakak-kakaknya." Ia menarik napas. "Aku cuma pengasuh di mata mereka. Yang bisa pergi kapan saja." "Kecuali ...." Damian menjeda, jempolnya mengusap punggung tangan Abby, "kalau aku bila

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN