Suri hanya menatapnya. Tidak menjawab. "Apa Abby pergi?" tanya Aidan lagi. Dan Suri menangis. Tangisnya pecah tanpa suara. Air mata mengalir deras di pipi yang tirus, tapi mulutnya terkunci rapat. Ia memeluk boneka kelincinya erat-erat, seperti satu-satunya benda yang tersisa. Aidan langsung memeluknya. Dadanya sesak. "Kenapa Abby pergi, Dik?" Suaranya bergetar. Tapi Suri hanya menangis dalam diam, tidak mampu menjawab. "Aidan." Aidan menoleh. Audrey berdiri di ambang pintu, tangan bersedekap, wajah datar. "Kamu sudah pulang?" tanya Audrey. Aidan melepas pelukan, bangkit berdiri. Matanya merah. "Kenapa Abby pergi, Kak?" Suaranya sedikit meninggi. Audrey menghela napas, kesal. "Kenapa nanya aku? Tanya Daddy. Jangan tanya aku." "Daddy nggak bilang apa-apa." Aidan melangkah mendekat

