~.~ Langit masih hitam pekat ketika Abby terbangun. Matanya membuka perlahan, menyesuaikan dengan kegelapan. Di sebelahnya, Damian masih tertidur pulas, wajahnya damai, beban-beban seolah lenyap sementara. Mulutnya sedikit terbuka, napasnya teratur, bahkan terdengar dengkuran kecil yang samar. Abby menatapnya. Pria yang biasanya tegas, dingin, dan menyebalkan, kini terlihat seperti anak kecil yang kelelahan. Dadanya menghangat, tapi ia cepat-cepat mengusir perasaan itu. Dia harus membangunkannya dan meminta untuk segera pulang. Ia menepuk pipi Damian pelan. "Damian, bangun." Damian menggeliat, tapi tidak bangun. Ia hanya membalikkan tubuh, tengkurap, wajahnya tenggelam di bantal. Abby menghela napas. "Damian." Ia menepuk lagi, lebih keras. "Kamu harus pulang." "Astaga, Abby." Suarany

