144. Kekasih Sandiwaranya-1

723 Kata

Dylan tiba di apartemennya saat sore mulai merambat senja. Lampu-lampu kota di luar jendela mulai menyala satu per satu, menandakan malam akan segera tiba. Ia meletakkan tas dan jas hitamnya di sofa, lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Sepi. Hanya suara AC yang berdengung pelan. Lalu terdengar suara seperti orang yang sedang menggunakan sikat, gesekan bulu dengan lantai, diselingi air yang mengucur. Dylan berjalan ke kamar mandi di sebelah dapur. Satu tangannya di pinggang, satu lainnya menopang di kusen pintu. Bella sedang berlutut di lantai, sikat di tangan, busa sabun di sekelilingnya. "Apa yang kamu lakukan?" Suaranya tegas, tidak ramah. Bella menoleh. Wajahnya sedikit basah, rambut yang diikat asal mulai lepas. "Hai." Ia tampak canggung. "Bukankah kau masih sakit?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN