Ruangan VIP itu cukup hangat dan tenang. Lampu di langit-langit menyala redup, hanya dari jendela kaca besar cahaya matahari sore masuk, membuat garis-garis keemasan di lantai. Damian berdiri di depan boks bayi, memandangi bayi mungil itu yang tertidur pulas. Tangan kecilnya mengepal di samping pipi, bibirnya sedikit terbuka, napasnya teratur. Damian tersenyum sendirian. Ia menatap bayinya, anak laki-lakinya, yang baru beberapa jam lalu lahir ke dunia. Kepalanya menoleh ke arah ranjang. Abby juga tertidur, wajahnya tenang, rambut tergerai di atas bantal. Damian menghela napas, bersyukur semuanya berjalan lancar. Pintu kamar terbuka pelan. Audrey masuk, diikuti Aidan, lalu Rene, dan Suri yang melompat-lompat kecil di belakang. "Daddy!" Suara Suri nyaring, memecah keheningan. Damian sege

