146. Tamu Tak Diundang-2

755 Kata

Bella menelan ludah. Dylan duduk di tepi ranjang, mengusap wajah pelan, menghalau rasa kantuk. "Maaf, karena sudah buat kamu pingsan." Suaranya serak. "Aku pingsan?" Bella mengerjap. Dylan mengangguk. "Itu karena kondisimu tidak begitu bagus dengan udara malam." "Oh, ya, aku baru sembuh dari demam kan." "Sebaiknya kau istirahat saja." Ia menatap Bella lekat. "Jangan lakukan apa pun. Aku akan memenuhi apa pun yang kamu perlukan." Bella menatap pria itu, tidak mengerti. Mengapa Dylan menjadi sangat perhatian? Bukankah semalam ia marah-marah karena Bella membersihkan kamar mandi? Bukankah ia selalu mengatakan bahwa ia tidak peduli? Tapi sekarang ia duduk di tepi ranjang, dengan wajah yang tidak lagi dingin, dengan suara yang tidak lagi ketus. "Aku akan buatkan sarapan." Dylan berdiri,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN