137. Tawaran yang Salah-2

653 Kata

Dylan berjalan melewati pintu kamar tamu, melirik sekilas, lalu melanjutkan langkah ke kamarnya. Pintu ditutup. Ia duduk di tepi ranjang, menunduk, kedua telapak tangan menutup wajah. "Bodoh, Dylan!" bisiknya. "Kenapa diajak ke sini?" Ia mengusap wajah, berdiri, berjalan bolak-balik di kamar. Lalu berhenti, menatap pintu. Di balik pintu itu, ada seorang gadis yang hampir ia bunuh. Gadis yang tidak punya siapa-siapa. Gadis yang matanya basah saat ia tawari apartemennya. Dylan menghela napas, melepas kemeja, melemparkannya ke kursi. Ia berjalan ke kamar mandi, menyalakan keran, dan membiarkan air dingin membasuh wajahnya. Tapi di dalam hatinya, api masih menyala. Api yang tidak ia mengerti. Api yang membakar dadanya setiap kali ia mengingat wajah Bella di rumah sakit, pucat, rapuh, sendi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN