Dylan mengeluarkan ponsel. Jarinya menekan nomor Damian. Dering pertama, kedua, ketiga. Ia hampir menyerah ketika panggilan tersambung. "Halo?" Suara Damian di seberang terdengar sedikit terengah, suara musik dan tawa di latar belakang. "Maaf aku pergi tadi." Suara Dylan pelan. "Tidak apa-apa." Damian berhenti sebentar, mungkin pindah ke tempat yang lebih tenang. "Kau baik-baik saja?" "Ya." Dylan mengusap wajah. "Aku hanya merasa tidak enak karena harus pergi dari acaramu." "Tidak masalah, Dylan." Suara Damian tenang. "Kita tahu seperti apa Papa. Dia sudah kecewa padaku, dan kini harus menerima kekecewaan lagi dari anaknya yang lain." Dylan tertawa kecil, getir. "Harusnya aku tidak menolak, ya?" "Tidak, Dylan." Suara Damian tegas. "Keputusanmu sudah benar. Kau sudah dewasa, dan beba

