141. Dia Membenci Kita-2

746 Kata

"Ya." Dylan mengangguk, menunjuk ke arah kursi tunggu di koridor. "Aku akan tunggu di sana." Bella mengangguk, lalu berjalan cepat meninggalkan Dylan, menuju toilet di ujung lorong. Dylan sempat memandangi punggungnya, jaket jeans tipis, rambut yang mulai panjang, langkah yang masih sedikit tertatih. Begitu sosok Bella menghilang di tikungan, Dylan berjalan ke kursi tunggu yang ditunjuknya, duduk, dan mengeluarkan ponsel. Saat Dylan menunggu, seorang wanita paruh baya melintas di depannya. Wajahnya tidak asing. Ia memandangi wanita itu yang berjalan di lorong menuju ke arah toilet. "Wajahnya tidak asing," gumamnya. Tapi ia tidak begitu memikirkannya. Ia kembali ke ponsel, menggulir berita tanpa minat. Lalu ia ingat. "Pantas!" Dylan berdiri cepat. Ia memasukkan ponsel ke saku, dan berja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN