140. Tatapan Salah Paham-2

982 Kata

Suri, yang sedari tadi bergelayut di lengan Dylan, ikut berseru, "Aidan pasti menang!" Dylan tersenyum, menggendong Suri agar ia bisa melihat lebih jelas. "Ya, kita akan doakan Aidan agar menang." Dari kejauhan, Robert Callahan berdiri bersama Rene, sesekali mengamati keramaian di sekitar Aidan. Wajahnya datar, tidak menunjukkan antusiasme berlebihan. Rene menyentuh lengannya. "Ayo, Pa, kita dekati cucu kita." Robert mengikuti, langkahnya pelan. Wasit menaiki panggung, membawa mikrofon. Suaranya menggema di seluruh lapangan. "Para peserta lomba panahan kelompok umur 10-12 tahun, dipersilakan menuju ke garis start." Aidan menarik napas dalam, melepas jaket, dan menyerahkannya pada Damian. "Doakan aku, Dad." "Kita semua mendoakanmu, Nak." Damian menepuk pundaknya sekali lagi. Aidan be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN