Butuh Diakui-2

700 Kata

Suri mendongak, tersenyum. Abby melirik sekilas, lalu kembali fokus ke panci. Tapi tangannya yang lain sudah mengambil teko, memasukkan kopi instan, gula, lalu menuang air panas. Damian duduk di samping Suri. Tangannya mengusap rambut putrinya lembut, berulang-ulang. "Gimana tidurnya, Sayang? Nyenyak?" Suri mengangguk. "Nyenyak, Dad." Ia menjeda, lalu menambahkan dengan suara polos, "Tapi Abby nggak punya lampu hias." Abby, yang baru saja menuang s**u hangat ke gelas, tersenyum. Ia membawa gelas itu ke meja, meletakkannya di depan Suri. s**u masih mengepul tipis. "Nanti kita beli, ya." Suara Damian ceria. "Yeay!" Mata Suri berbinar. Ia menoleh ke Abby. "Kita bakal belanja, Abby?" Abby tersenyum. "Mungkin." "Asik!" Suri bersorak pelan, lalu meraih gelas susunya dengan kedua tangan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN