Diajak Pulang-2

707 Kata

Pintu kamar terbuka. Audrey keluar, langkahnya pelan, matanya menyesuaikan dengan cahaya yang lebih terang. Sejak pagi ia memilih mendekam di kamar, hanya sesekali terdengar suara ponsel atau helaan napas panjang. Kini ia berdiri di ambang pintu, menatap ke arah dapur. Abby di depan kompor, punggungnya sedikit membungkuk fokus pada masakan. Lalu matanya beralih ke pintu belakang yang terbuka, di mana suara Aidan dan ayahnya terdengar dari kejauhan. Ia memilih ke dapur. Langkahnya pelan, melewati meja makan yang sudah ditata, berhenti di samping lemari es. Tangannya mengambil gelas bersih dari rak, menekan dispenser hingga air memenuhi. Tidak ada sapaan. Tidak ada komentar. Hanya suara air yang mengalir dan minyak yang mendesis di wajan. Abby menoleh sekilas. Melihat Audrey berdiri bersa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN